Peran MEDIA UNTUK
DAKWAH ISLAM
Kata dakwah
sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat luas, dakwah dalam terminologi
sejarah islam adalah gerakan yang tertua, gerakan yang dilakukan oleh para
nabi, sejak nabi Adam a.s hingga nabi Muhammad Saw, pasca wafatnya rosul
tongkat estafet perjuangan beliau dalam mengemban amanah dakwah dilanjutkan
oleh para sahabatnya, kemudian oleh tabiin, tabiin tabiat, dan seterusnya,
yaitu hingga saat ini, status hukum berdakwah bagi orang islam merupakan
kewajiban yang tidak boleh diabaikan, dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat
yang menyinggung hal tersebut, diantaranya adalah ayat “Dan hendaklah diantara
kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang benar
dan mencegah dari yang munkar. Dalam sunah rosulpun banyak sekali hadis-hadis
yang menjelaskan tentang betapa urgensinya aktivitas dakwah, seperti salah satu
dalam sabdanya” sampaikan dari saya kepada mereka walau hanya satu ayat”.
Pada hakekatnya metode dan sarana untuk
berdakwah sangat banyak dan luas, atau bahkan, tidak ada batasnya, sebab semua
yang bisa dikerjakan oleh manusia dan apa yang ada di muka bumi ini selagi
tidak berbenturan dengan doktrin islam, maka hal itu boleh dijadikan sebagai
metode dan sarana untuk berdakwah. Surat kabar, majalah, radio, televisi,
internet, telepon seluler, merupakan berbagai media yang dapat di manfaatkan
untuk menyebar luaskan risalah islam. Semakin banyak media, semakin banyak pula
saluran yang dapat di gunakan untuk menyampaikan pesan komunikasi. Berbagai macam
problema dalam sejarah pers masa penjajahan belanda hingga masa orde baru,
akhirnya terlepas ikatannya pada masa reformasi, yang merupakan salah satu jasa
pemerintahan B.J Habibie yang mempunyai andil besar dalam melepaskan kebebasan
pers pasca orde baru. Sekalipun hal tersebut bisa dibilang dapat merugikan
posisinya sebagai presiden.
Seiring
berkembangnya zaman dan teknologi yang mengiringi kecanggihan media dalam
menyiarkan informasinya, maka pers atau orang yang terjun dalam bidang
jurnalistik harus dapat memahami bagaimana cara untuk mengontrol keadaan sosial
melalui pemberitaan atau informasi yang mereka sampaikan. Teknologi modern
menyerbu bagaikan air bah, penemuan-penemuan baru dari semua ilmuwan diharapkan
bisa membuat hidup manusia lebih nyaman, seperti teknologi komunikasi
memungkinkan kita dapat berhubungan satu sama lain secara lebih intens,
menyebabkan semua informasi bisa menyebar seluas-luasnya tanpa mengenal batas
wilayah. Pada saat pertama kali internet diperkenalkan oleh para ilmuwan barat,
hampir dari kebanyakan tokoh islam merasa curiga dan khawatir akan efek dari
temuan teknologi tersebut, namun pemikir islam Syiria Dr Muhammad Said Ramadhan
Al Buthi berkata “ ternyata jaringan internet yang hampir menelan seluruh
penjuru dunia adalah merupakan lahan luas yang disitu bertebaran podium-podium
yang menyuarakan kepentingan islam dengan memperkenalkan mengajak dakwah,
membela dan memecahkan berbagai problema. Teknologi modern yang kecanggihannya
terus berkembang, membuat manusia kian mampu memecahkan problema-problema
hidup, kian memudahkan pencapaian taraf hidup yang lebih maju. Namun di saat
yang sama manusia pun menghadapi tantangan berat agar tidak terjebak kedalam
proses penghambaan diri terhadap kemajuan-kemajuan iptek dan perubahan-perubahan
yang diakibatkannya. Gaya hidup yang beragam yang digelarkan televisi dan media
komunikasi lainnya, membuat manusia bersentuhan dengan nilai-nilai yang mungkin
amat berbeda dengan apa yang dianutnya selama ini. Dalam menghadapi serbuan macam-macam
nilai, keragaman pilihan hidup, dan sejumlah janji-janji kenikmatan duniawi,
dakwah diharapkan bisa menjadi suluh dengan fungsi-fungsi antara lain sebagai
faktor pengimbang, penyaring, dan pemberi arah dalam hidup. Dengan dakwah,
ummat diharapkan tidak mengalami proses kebingungan dan disoriented dalam rumah
peradaban dunia yang penuh dinamika. Dakwah dikatakan menghadapi tantangan
besar bukan saja karena kian beragamnya tantangan dan intensitas perubahan
zaman yang setiap kali memunculkan pertanyaan dan kajian baru, tetapi juga
mengingat multidimensionalitas kebutuhan maupun kepentingan manusia yang kini
cenderung lebih kritis akibat keluasan informasi dan pengalamannya. Kajian
dakwah yang multidisipliner menjadi sangat dibutuhkan, namun dalam era ini
peluang berdakwah juga menjadi besar karena jasa iptek dapat dipakai bukan saja
dalam penyelenggaraan kegiatan berdakwah, tetapi sekaligus dalam proses
keyakinan kita akan kemahabesaran dan kemahaesaan Allah SWT dengan memanfaatkan
iptek dan media lainnya sebagai instrumennya.
Idzan, dengan
adanya berbagai media dewasa ini, entah itu media masa cetak ataupun
elektronik, sebagai kaum muslimin dan pejuang pembela islam. Seharusnya kita
dapat memanfaatkan sebaik mungkin sarana-sarana tersebut. Istiqomah dalam
menebar kebaikan, karena barang siapa yang menunjukkan kebaikan maka dia akan
mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya, hamasah selalu ! ^_^
Oleh : Erycka. S
Oleh : Erycka. S
