Sabtu, 31 Agustus 2013



HERAN

Hanya ucap istighfar yg keluar secara spontan, melihat tingkah mereka (red : oknum) merobek-robek selebaran kertas kecil berwarna biru muda yang telah dibagikan temen-temen kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia (KAMMI) untuk Maba (mahasiswa baru) sore itu. Gemes, memang, bagaimana tidak, selebaran yang memang sengaja kami bagikan tepat dideket auditorium kampus3, setelah nyampe gerbang malah dimintain yang kemudian dirobek-robek. beuh, Ternyata tak cukup berhenti sampe disitu, pamphlet yang sengaja kami pasang dimading2 fakultaspun juga pake acara dicacatin, Subhanallah banget, sebegitu noraknya, sampe-sampe, hanya gara-gara selebaran kertas undangan untuk menghadiri seminar training motivasi pun harus beradu mulut terlebih dahulu dengan kalian, hoho, sorry bro en sist, kami ngga akan mudah terpancing ko dengan picingan mata kalian, bentakan-bentakan kalian, dan bahkan naudzubillah, kata-kata kotor yang seharusnya tidak pantas terucap dari mulut seorang mahasiswa perguruan tinggi islam seperti kalian, bukannya sok merasa bener sendiri, yang namanya manusia pasti ngga mungkin ada yang perfect apalagi luput dari kesalahan, tapi setidaknya berusaha lah untuk mengarah kearah sana (red : perfect). Bukan cuma kali yang pertama, tapi untuk yang kesekian kalinya, bahkan kalo bisa dibilang beratus-ratus kian kalinya, mulai dari pentolan-pentolan bebuyutan nyampe anak didik keturunan, ko bisa ya ? hoho, udah ngga kaget dah dengan kejadian seperti diatas, udah menjadi hal yang biasa, tapi yang ngga habis fikir, sebegitu takutkah kalian menghadapi kami (red : KAMMI) yang terbilang masih minoritas dikampus, yang bahkan hanya sekedar ajakan-ajakan yang bisa dibilang ringanpun, kalian begitu heboh mengerahkan pasukan, haha, padahal, udah nyata-nyata didepan mata bro, mulai dari  registrasi hingga orientasi akademik. Pasti banyak kesempatan, dan saya fikir pasti banyak pula adik-adik yang bisa kalian rekrut. apalagi, Kalian juga udah Menyuntikkan doktrin yang sebenarnya kalian sendiri  tidak tahu  pasti kebenaran yang kalian doktrinkan untuk anak-anak yang baru lahir (Red : Maba).  Masih takutkah ?  ato mungkin masih kurang puas kah ? *jadi teringat warga Palestine Israel, hoho, bukannya bermaksud su’udzon, tapi itulah kenyataannya, banyak adik-adik wisma yang menceritakan sendiri akan hal itu kepada kami. Menyebarkan fitnah kepada Maba pada moment Ospek bahwa aktivis KAMMI itu ber aliran wahabi, duh2, sotoy banget, yang ngomong aja kaga tau, apa sebenernya wahabi itu. *hanya bisa ngelus dada, mungkin khususon untuk mereka yang ngga bisa diajak bersaing dengan cara yang sehat harus menunggu bu hidayah dateng, baru bisa nyadar kali ya, tapi no problem, seberapa kuat si kalian akan tetap bertahan dengan kekeras kepalaan kalian, toh batu yang kerasnya seperti itu, bisa berlubang juga hanya dengan tetesan air. Sampai kapanpun kami ngga akan yang namanya meladeni dan terima tawaran untuk ribut, bukankah sebenernya tujuan kita itu sama, yaitu sama-sama untuk dakwah islam, Cuma cara dari masing-masing kita aja yang berbeda (Red : Ekstra Kampus). Islam ngga ada ajaran melakukan segala cara demi mencapai yang kita inginkan bro, apalagi nyampe ngata-ngatain saudara sendiri wahabi lah, ini lah, itu lah, astaghfirullah, rela banget musuhan hanya gara-gara hal sepele, yang sebenernya tujuan kita itu sama. Sebenernya, tiap ada kejadian kaya gitu pasti ada sebagian dari pihak mereka yang meminta maaf dan ngerasa salah (Pihak Pe Em Sebelas) *Afwan, nyebutin merek. Tapi herannya, dan yang menjadi pertanyaan, hal seperti itu ko dijadiin kebiasaan, eh, ato malah tradisi. Kalo dari internalnya sendiri udah tidak satu arah, lantas (???) ya, kalo memang begitu faktanya, kami hanya bisa memberikan pemakluman. *kekerasan dibalas kekerasan ngga bakalan dah tu ada ujungnya, ya, dilembutin aja, seberapa tahan si akan bertahan, toh, orang sabar itu ngga ada batasnya, kalopun para aktivis KAMMI yang saat ini masih berjuang dikampus belum berhasil, kami yakin suatu saat nanti, pasti perjuangan kami ngga akan sia2 dan akan menghasilkan buahnya, entah kami masih berada dikampus atopun udah berada di amanah yang lain *InsyaAllah, Aamiin :) mungkin setiap pelaku utama harus mengalah dulu kali ya, baru mendapatkan kemenangan. Ya gpp, yang penting kan happy Ending :D
Andai saja kalian tau dan lebih mengenal KAMMI, apa saja aktivitas-aktivitas mereka, agenda-agenda yang dilakukan oleh mereka, saya bahkan yakin kalian tidak akan melakukan hal-hal konyol untuk menghalang-halangi kami yang masih saja kalian lakukan sampai saat ini.  meski begitu, kami akan tetap bertahan dan berjuang, ngga bakalan luluh sampai kalian yang akan terluluhkan. InsyAllah  :)  


  
Rabu, 22 Shawwal 1434 H
22. 45 Wib
 

Senin, 26 Agustus 2013

 SENYUMMU INDAH

Satu langkah mudah sebenarnya, sederhana, mudah, gratis lagi. So, apakah kamu ga ingin membuat semua orang yang berhadapan denganmu menjadi senang atau bahkan berkurang beban setelah melihat senyuman indah dari wajahmu. Bukankah kita merasa senang bila menerima sebuah senyuman ? dan bukankah kita jauh lebih senang jika justru kita lah yang memberi sebuah senyuman, senyum itu sedekah lhoo. .“Senyummu didepan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya. terkadang kita kurang menyadari bahwa senyum pada hakikatnya adalah sebuah anugerah, sebuah anugerah yang indah yang merupakan salah satu bagian dari keindahan manusia.
Hmm, jadi teringat sebuah ungkapan dari  Leo F. Buscaglia bahwa “Terlalu sering kita meremehkan kekuatan dari sebuah sentuhan, senyuman, kata-kata yang manis, telinga yang mendengarkan, dan pujian yang jujur, atau tindakan-tindakan kecil dari sebuah kepedulian, yang semuanya memiliki potensi untuk mengubah kehidupan di sekitar.” Yupz, sesuatu yang gratis tapi berdampak fantastis.  
Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apa pun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah yang manis (wajah ceria dan senyuman).” (Hadis Riwayat Muslim). Nah lho, mo nunggu apa lagi baru mau ringan tangan, eh salah, ringan senyum maksudnya, hehe. .bagaimana mo senyum klo hatinya lagi sedih, nah justru itu, tersenyumlah, maka kesedihan akan pergi, la tahzan, Allah selalu membersamai kita ko, yuwh, tularkan senyum indahmu, ringankan beban saudaramu :)