HERAN
Hanya ucap istighfar
yg keluar secara spontan, melihat tingkah mereka (red : oknum) merobek-robek
selebaran kertas kecil berwarna biru muda yang telah dibagikan temen-temen
kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia (KAMMI) untuk Maba (mahasiswa baru)
sore itu. Gemes, memang, bagaimana tidak, selebaran yang memang sengaja kami
bagikan tepat dideket auditorium kampus3, setelah nyampe gerbang malah
dimintain yang kemudian dirobek-robek. beuh, Ternyata tak cukup berhenti sampe
disitu, pamphlet yang sengaja kami pasang dimading2 fakultaspun juga pake acara
dicacatin, Subhanallah banget, sebegitu noraknya, sampe-sampe, hanya gara-gara
selebaran kertas undangan untuk menghadiri seminar training motivasi pun harus
beradu mulut terlebih dahulu dengan kalian, hoho, sorry bro en sist, kami ngga
akan mudah terpancing ko dengan picingan mata kalian, bentakan-bentakan kalian,
dan bahkan naudzubillah, kata-kata kotor yang seharusnya tidak pantas terucap
dari mulut seorang mahasiswa perguruan tinggi islam seperti kalian, bukannya
sok merasa bener sendiri, yang namanya manusia pasti ngga mungkin ada yang
perfect apalagi luput dari kesalahan, tapi setidaknya berusaha lah untuk
mengarah kearah sana (red : perfect). Bukan cuma kali yang pertama, tapi untuk
yang kesekian kalinya, bahkan kalo bisa dibilang beratus-ratus kian kalinya,
mulai dari pentolan-pentolan bebuyutan nyampe anak didik keturunan, ko bisa ya
? hoho, udah ngga kaget dah dengan kejadian seperti diatas, udah menjadi hal
yang biasa, tapi yang ngga habis fikir, sebegitu takutkah kalian menghadapi
kami (red : KAMMI) yang terbilang masih minoritas dikampus, yang bahkan hanya
sekedar ajakan-ajakan yang bisa dibilang ringanpun, kalian begitu heboh
mengerahkan pasukan, haha, padahal, udah nyata-nyata didepan mata bro, mulai dari registrasi hingga orientasi akademik. Pasti
banyak kesempatan, dan saya fikir pasti banyak pula adik-adik yang bisa kalian
rekrut. apalagi, Kalian juga udah Menyuntikkan doktrin yang sebenarnya kalian
sendiri tidak tahu pasti kebenaran yang kalian doktrinkan untuk
anak-anak yang baru lahir (Red : Maba).
Masih takutkah ? ato mungkin
masih kurang puas kah ? *jadi teringat warga Palestine Israel, hoho, bukannya
bermaksud su’udzon, tapi itulah kenyataannya, banyak adik-adik wisma yang
menceritakan sendiri akan hal itu kepada kami. Menyebarkan fitnah kepada Maba
pada moment Ospek bahwa aktivis KAMMI itu ber aliran wahabi, duh2, sotoy
banget, yang ngomong aja kaga tau, apa sebenernya wahabi itu. *hanya bisa
ngelus dada, mungkin khususon untuk mereka yang ngga bisa diajak bersaing
dengan cara yang sehat harus menunggu bu hidayah dateng, baru bisa nyadar kali
ya, tapi no problem, seberapa kuat si kalian akan tetap bertahan dengan kekeras
kepalaan kalian, toh batu yang kerasnya seperti itu, bisa berlubang juga hanya
dengan tetesan air. Sampai kapanpun kami ngga akan yang namanya meladeni dan
terima tawaran untuk ribut, bukankah sebenernya tujuan kita itu sama, yaitu
sama-sama untuk dakwah islam, Cuma cara dari masing-masing kita aja yang
berbeda (Red : Ekstra Kampus). Islam ngga ada ajaran melakukan segala cara demi
mencapai yang kita inginkan bro, apalagi nyampe ngata-ngatain saudara sendiri
wahabi lah, ini lah, itu lah, astaghfirullah, rela banget musuhan hanya
gara-gara hal sepele, yang sebenernya tujuan kita itu sama. Sebenernya, tiap
ada kejadian kaya gitu pasti ada sebagian dari pihak mereka yang meminta maaf
dan ngerasa salah (Pihak Pe Em Sebelas) *Afwan, nyebutin merek. Tapi herannya,
dan yang menjadi pertanyaan, hal seperti itu ko dijadiin kebiasaan, eh, ato
malah tradisi. Kalo dari internalnya sendiri udah tidak satu arah, lantas (???)
ya, kalo memang begitu faktanya, kami hanya bisa memberikan pemakluman.
*kekerasan dibalas kekerasan ngga bakalan dah tu ada ujungnya, ya, dilembutin
aja, seberapa tahan si akan bertahan, toh, orang sabar itu ngga ada batasnya,
kalopun para aktivis KAMMI yang saat ini masih berjuang dikampus belum
berhasil, kami yakin suatu saat nanti, pasti perjuangan kami ngga akan sia2 dan
akan menghasilkan buahnya, entah kami masih berada dikampus atopun udah berada
di amanah yang lain *InsyaAllah, Aamiin :) mungkin setiap pelaku utama harus
mengalah dulu kali ya, baru mendapatkan kemenangan. Ya gpp, yang penting kan
happy Ending :D
Andai saja kalian tau
dan lebih mengenal KAMMI, apa saja aktivitas-aktivitas mereka, agenda-agenda
yang dilakukan oleh mereka, saya bahkan yakin kalian tidak akan melakukan
hal-hal konyol untuk menghalang-halangi kami yang masih saja kalian lakukan
sampai saat ini. meski begitu, kami akan tetap bertahan dan berjuang,
ngga bakalan luluh sampai kalian yang akan terluluhkan. InsyAllah :)
Rabu,
22 Shawwal 1434 H
22.
45 Wib

