Sosok




MENGENAL SOSOK MUHAMMAD MURSI


Seorang tokoh terkemuka yang mengepalai sayap politik ikhawanul muslimin sejak 1991-2011 ini bernama lengkap Muhammad Mursi Isa al-Ayyat, beliau adalah presiden ke-5 Mesir yang menjabat sejak 30 juni 2012, setelah terlaksananya pemilu yang berlangsung demokratis dan damai tersebut. pria kelahiran As Syarqiyah, Mesir pada 20 Agustus 1951 ini menjadi lambang baru bagi dunia Arab karena pengaruhnya sangat terasa. Bahkan, presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama kepincut sosok kepemimpinannya Mursi karena beliau berhasil menghentikan perang Hamas-Israel. Mursi adalah sosok pria yang memiliki intelektual tinggi, simpatik, kharismatik, dan moderat, presiden yang hafal 30 juz Al-Qur’an ini bukanlah seseorang yang dilahirkan ditengah keluarga yang berada, tetapi beliau berasal dari keluarga sangat sederhana. Ayahnya hanyalah seorang petani dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Mursi mendapat gelar insinyur dari Universitas Kairo dengan nilai istimewa pada tahun 1975. Kemudian dia meraih gelar master di bidang teknik dari universitas yang sama. Pendidikan doktor ditempuhnya di University of Southern California, yang diselesaikannya pada tahun 1982 Mursi kemudian menjadi asisten profesor pada California State University di Northridge, California, antara tahun 1982 dan 1985. Pada masa itu pula, Mursi sempat bekerja di Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Setelah itu, ia pulang ke Mesir dan menjadi dosen teknik pada Universitas Zagaziq hingga tahun 2010. Di universitas tersebutlah, Mursi meraih gelar profesor.
Terpilihnya Dr. Muhammad Mursi sebagai presiden Mesir memberikan ruh dan gairah baru di negeri yang selama beberapa dekade di pimpin oleh diktator Husni Mubarok, fenomena terpilihnya Mursyi tidak hanya menarik dan berkesan bagi masyarakat Mesir atau komunitas di kawasan timur tengah semata, tetapi juga bagi masyarakat dunia pada umumnya. ketika Mursi meraih kemenangan di Mesir, harapan-harapan baru pun muncul di tengah kaum Muslimin di beberapa belahan dunia. Kaum Muslimin di luar Mesir pun ikut menyambut kemenangan Mursi, seolah-olah sosok ini adalah presidennya juga.
Dr. Muhammad Mursi tidak hanya berkhidmat sebagai ahli akademik saja, tetapi juga turut terjun ke gelanggang dakwah dan konsisten membela dan memperjuangkan keadilan dan kebebasan, menentang segala bentuk kedzhaliman dan kekejaman. Sebelum menjadi presiden Mesir, Permasalahan yang menjadi perhatian utamanya adalah berkaitan dengan Palestin dan Al-Quds, sebagai permasalahan Umat Manusia yang mempunyai hati nurani, dan tidak hanya permasalahan Bangsa Palestin saja, tetapi menjadi permasalahan bersama umat Islam. Dr. Mursi terpilih sebagai ahli Majlis Penentangan Terhadap Zionisme di Wilayah Syarqiyah. Selain itu, ia juga terlibat sebagai pengasas Jawatan kuasa Mesir Menentang Projek Zionisme. Perjuangan, pengorbanan diri, jiwa dan harta telah diwakafkan dalam dakwah islam, sikapnya yang terus menentang tindakan dan perilaku rezim, menyebabkan beliau berkali-kali ditangkap Selepas terjadinya pemalsuan parlemen pada pemilihan tahun 2005, Dr. Mursi menjadi tulang belakang dalam melakukan demonstrasi dan menyokong kehakiman yang bebas. Akibatnya, pada 18 Mei 2006 beliau ditangkap bersama 500 orang anggota Ikhwanul Muslimin di depan bangunan Mahkamah Cairo dan bangunan mahkamah Al-Jala di ibu negara Cairo, dan menghuni jeriji besi selama 7 bulan. Setelah prestasinya dalam politik selama lima tahun, Majlis Syura Ikhwanul Muslimin memilihnya sebagai anggota Maktab Irsyad, dan pasca Revolusi Mesir. Majlis Syura Ikhwanul Muslimin memilihnya sebagai Presiden Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) yaitu sebuah partai yang ditubuhkan oleh Ikhwanul Muslimin.
setelah dinyatakan terpilih menjadi presiden mesir ia berpidato dihadapan umum bahwasanya, ia menyatakan siap menjadi pemimpin bagi semua warga Mesir. Dr. Mursi juga tidak menganggap dirinya sebagai penguasa, tetapi masyarakatlah yang merupakan penguasa, sebuah pesan yang perlu diambil pelajaran oleh para pemimpin di Tanah Air. Pun, ketika beliau telah menjabat sebagai presiden kesederhanaan beliau tidak luntur termakan iming-iming kemewahan yang nyata-nyata berada di depan mata, seperti yang di ungkapkan oleh pasukan pengawal presiden (paswalpres) Dr. Mursi meminta sistem pengamanannya diperlonggar dan konvoi kendaraan yang mengiringi saat bepergian dikurangi supaya tidak mengganggu lalu lintas, Pihak paswalpres telah meminta secara resmi agar Mursi pindah dari rumah kontrakannya sekarang yang agak jauh dari kantor presiden di Istana Al Ittihadiyah, ke Istana Al Salam yang berdampingan. Namun, Mursi menolak pindah, beliau juga Tidak ingin bawahannya direpotkan dan menderita, Mursi diberitakan mendadak marah ketika melihat anggota paswalpres berdiri di bawah terik matahari. Setelah bertanya kepada komandan pengawal, Mursi meminta anggota pengawal yang berdiri di bawah terik matahari segera bubar dan mencari tempat teduh, beliau juga tidak ingin keluaganya ikut nimbrung faslititas negara. Tidak ingin dirinya dipuja-puji berlebihan, Dr. Mursi memerintahkan agar tidak memasang fotonya di kantor pemerintah atau di mana saja. Hal itu berbeda dengan kebiasaan pemimpin Arab yang suka jika fotonya dipasang di mana-mana, bahkan membuat patung dirinya. Jangankan jadi presiden, mau ikut jadi calon Bupati aja, foto bertebaran dimana-mana sampai pohon pun menjerit karena dipaku dan dijerat kawat, hehe, selain itu beliau juga selalu menjaga menegakkan shalat berjamaah, Dr.Mursi selalu menjadi imam dalam shalat bersama para pegawai istana. Subhanallah…
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar