Rabu, 27 Februari 2013

ceritaku



MENGARUNGI 4 HARI BERSAMA BHAKSOS KAMMI

Cuaca siang itu lumayan cerah, secerah semangat para kader KAMMI untuk berangkat menuju ke tempat bhaksos, yang memang sudah jauh-jauh hari di prepare kan, syuro, syuro dan syuro, ya itulah aktivitas rutin yg gencar tiap kali dilaksanakan, apalagi buat agenda yg lumayan besar dari dept sosmas (sosial masyarakat), acara yg akan dilaksanakanpun tak luput dari persiapan yg cukup matang, mulai dari perlombaan, pengajian umum, pelatihan buat ibu-ibu, terapi gratis, sampe bazar pakaian murah, yuhuuu, jemputan si angkot kuning sudah datang, para akhwatpun mulai sibuk mengangkat barang2 yg sudah dipersiapkan untuk keperluan bhaksos empat hari kedepan, krn sebagian udah diangkut oleh mobil pick up, jadi kita tinggal membawa keperluan yang masih berada dikesekretariatan, saatnya meluncuur, sekitar pukul 14.00 wib si angkot kuningpun mulai melaju menuju Ds Tambaksari Mangkang wetan, ko Cuma akhwat, ikhwannya ? hehe, sebenarnya sebelum jadwal pemberangkatan, para ikhwan dan ada beberapa dari akhwat yang sudah duluan  berangkat ke tempat bhaksos, ya yang pastinya, untuk mempersiapkan beberapa hal yang harus di persiapkan juga di TKP. Alhamdulillah, sekitar asar an kami pun tiba ditempat bhaksos, sambil menurunkan barang-barang kami langsung menuju ke bescamp akhwat, setelah semua barang dipastikan sudah berada dibescamp, kita semua melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu, setelah sholat ashar semua panitia berkumpul untuk breefing sebelum menyebar keliling ke perkampungan tsb, meski ada beberapa nama panitia yg berhalangan hadir,  hal itu tdk menyurutkan semangat kawan-kawan dalam agenda tersebut, saat breefing kita membahas beberapa hal mengenai sosialisasi terkait acra acra yg akan di laksanakan selama 4 hari kedepan, sebenarnya dari ketua sudah mempersiapkan nama-nama disetiap kelompok, terdiri dari 2 ikhwan dan 2 akhwat, tapi karena ada beberapa kendala dari panitia yg belum bisa hadir sore itu, maka perombakan nama pun dilaksanakan, alhasil, penggabungan nama- nama yang pasangan nya sama2 belum dpt hadir digabung jadi satu, kebetulan saat itu ane sama ukhty ifa bertugas untuk silaturahmi ke RT9, saat perjalan menuju ke rumah bpk RT, kita menjumpai ibu2 yg sedang asyik berkumpul berbincang2, tanpa berfikir panjang kita pun mencoba mengakrabkan diri, kita salaman, dan ikut nimbrung sambil menanyakan pertanyaan-pertanyaan ringan mengenai kondisi masyarakat desa tsb, sambutan yg hangat ibu2 tersebut hampir membuat  kami lupa bahwa kami bertugas untuk ke rumahnya bpk RT :D, akhirnya selang beberapa menit kami minta izin untuk melanjutkan tujuan utama,  berhubung kami juga belum tau pasti rumahnya bpk RT 9 itu yg mana, sekalian kami menanyakan kpd ibu2 tsb.  suasana sore itu, lumayan rame, karena banyak anak2 yg asyik bermain di sekitar mushola, depan teras, dan juga para warga yg duduk2 dan berbincang bincang ria di depan rumah masing2, dan akhirnya rumah bpk RT pun terlihat, ternyata bpk RT nya sedang mencuci sepeda motornya, xixi, sepeda motornya sama kaya punyaku pemirsa :D, ibu RT nya mempersilahkan kami masuk, karena sudah selesai mencuci motor, bpk RT nya segera menemui kami, kami pun mulai membuka percakapan dan berlanjut sosialisasi sesuai yg telah d brefingkan tadi, sebenarnya agak kikuk jug, jujur, krn memang akunya kurang begitu mahir bicara pkk bhs jawa halus, dan alhasil, bahasa nya, agak amburadul, nasi rames alias campur2, :D, jd ketawa ketiwi sendiri klo ingat kejadian sore itu, setelah tujuan or topik utama terlaksana, perbincangan pun berlanjut, setelah hampir setengah jam an kami pamit undur diri, karena kebetulan jarak dari rumah bpk  RT  ke  tambak hanya terhalang beberapa rumah saja, kami pun tertarik untuk ke situ, ketika kami berdua berada di pinggiran tambak, ada seorang anak yg sedang bermain2, di tanyain “lg ngapain dek ?”, eeh, malah anaknya kabur, ya sudahlah,kami berdua melanjutkan menikmati suasana tambak sore itu, hmm, tanpa sengaja saat menengok ke arah kiri, aku melihat ada seorang nenek yg sudah sangat tua, sedang berjalan menuju ke teras rumah, astaghfirullahaladzim. Spontan, aku menarik tangan ukhti ifa, dan menghampiri nenek tsb, belum sempat satu kata pun terucap, nenek tsb segera mengulurkan tangannya, memegang tanganku, sambil menangis bercerita ttg suatu hal, istighfar terus terlantun  di benak, tanpa terasa, air mata menetes, y robb, berharap aku bukan lah termasuk dari golongan yg diceritakan, aku hanya banyak diam mendengarkan cerita yg terus mengalir dari nenek tsb, memandang matanya yg sudah kelihatan sangat renta, hanya ucap sabar yg saat itu mampu aku berikan untuknya, biarlah Allah yg membalas semuanya. Tiba-tiba dari sebelah rumah nenek tsb muncul seorang ibu2 yg lumayan masih muda, dan berusaha untuk mengajak ngobrol kami, kami pun berusaha untuk bersikap seramah mungkin semampu yg kami bisa, tidak terlalu lama, kami pun memutuskan untuk kembali ke bescamb, dan tak lupa pamit sama nenek, sambil ku cium tangannya, jujur berat rasanya untuk meninggalkannya. Satu hal, kesan yg tak kan terlupa saat bhaksos kemarin.
Malam pun tiba, sekitar habis isya’ kita mengadakan sarasehan bersama warga di mushola RT 6 yg kebetulan juga mushola RT9, sebenarnya malam itu aku sudah ke mushola RT6, tapi karena ada yg ketinggalan, terpaksa harus  kembali ke  bescamb, saat kembali ke bescamb tersebut, ditengah perjalanan,  ada adek cewek, ya sekitar anak smp an lah, manggil2” mba2 temen2nya di suruh ikut maulidan di mushola, soale di mushola sepi, pada belum dateng”, dalam hati, lho bukannya yg di mushola acaranya sarasehan ya’, ywdh, tanpa berfikir panjang langsung ku jawab” iya dhek, mba ajakin temen2 mba dulu, karena kebetulan didepan teras ada ibu pemilik bescamp akhwat, saya langsung nanya, “ bu, wonten acra maulidan, teng mushola RT pinten nggeh,”nggeh mriko mba, monggo tak terke’, stlh nyampe mushola nya, dalam hati, lho, ini kan mushola yg tadi, mushola RT9,” mushola sak liyane mriki ,pundi maleh nggeh bu”, hoho, untungnya dulu pas dipondok sempet diajarin sama mba2nya, kalo bicara sama p.kiai dan bu nyainya wajib pake kromo inggil,  jadinya masih keinget lumayan banyaklah kosa kata nya :D, “berarti nek mboten tek mriki, nggeh teng mushola RT3 mba, kami pun mengikuti ibunya yg menunjukkan arah, karena temen2 yg lainnya diajakin pada lebih milih ikut sarasehannya, ya sudahlah, saya sama ukhti kholis yg mewakili temen2, ternyata ketika kami nyampe di mushola RT3 juga udah ada ikhwan di sana, akh asrori sama akh hafidz, maulidanpun berjalan lancar, ga di sangka ga di duga ternyata  pas kita pulang, sekitar pukul 23.00 wib, di tengah perjalanan, malam itu hujan deres banget, karena kami merasa udah malem bgt, mau ga mau, ya hrs nerjang ujand, dan alhasil pas nyampe bescamp, kami berdua basah kuyup :D
            Keesokan harinya, biasa, setelah sholat shubuh dan ma’tsuratan panitia brefing terlebih dahulu, krn keterbatasan tempat yg penuh barang2 di ruang depan, ya terpaksa ada beberapa panitia yg nyempil dibelakang layar, hoho, lucu bgt, meskipun begitu ya seenggaknya kedengeran lah, apa yg disampaikan oleh ketua sc nya, acara pagi itu yg ikhwannya kerja bakti di sekitar parit bersama warga, sedangkan yg akhwat bertugas untuk mengingatkan kembali kepada warga, mendata peserta lomba, sekaligus pembagian bahan dasar lomba masak, yaitu singkong . yups, siang itu acara nya adalah lomba anak2 yg akan dilaksanakan didepan mushola selepas dhuhur dan lomba masak ibu2 di rumah masing2 RT, sesuai ketentuan panitia, masaknya baru bisa dimulai pukul 15.30wib dan batas akhir pengumpulan dirumah pak RW pukul 17.15 wib,  karena ada 9RT, maka masing2 RT ada pendelegasianx, untuk lomba anak2 ada lomba ranking satu, dari masing2 RT delegasi 3anak, lomba hafidzul qur’an alias juz amma satu org, lomba bacaan do’a, lomba lari hija’iyah, dan yg tak kalah menarik adalah lomba adzan, untuk yg lomba masak ibu2, masing2 RT ada delegasi satu kelompok yg terdiri dari 5 org  xixi, makin seru aja.
            selepas dhuhur, lomba anak2 pun di mulai, hmm, ternyata adaa miss komunikasi, kesalahpahaman tempat, beberapa ada yg berkumpul didepan mushola RT3, dan sebagiannya lagi ada yg didepan mushola RT9, sebenarnya masing2 tersebut eggk ada yg mau mengalah utk pindah, panitia pun mencari akal bagaimana caranya mrk dpt berkumpul menjadi satu dalam satu tempat, dan Alhamdulillah, akhirnya anak2 yg udah berkumpul didepan mushola RT9, mau berpindah tempat ke depan mushola RT3 dengan berbagai bujukan dari beberapa panitia, lomba anak2 pun berjalan begitu meriah, antusias para orang tua pun tak kalah meriah, sorak2 dukungan utk menyemangati anak2 peserta lomba, apalagi yg lomba adzan, lucu2 bgt :D sekitar hampir asar, lomba anak2 pun selesai, saatnya sholat ashar + ma’tsurot an ^_^
            lanjuuut,  setelah ma’tsorat an selesai, saatnya meninjau ibu2 yg lomba masak, lagi2 sama ukhti ifa, kami bertugas menilik bagaimana proses pembuatan yg di RT9, dan ukhti2 lainnya menyebar sesuai pembagian RT yg ditugaskan, point penilaian, mulai dari kebersihan, hingga waktu mulainya, soal rasa ada juri tersendiri, hehe jadi ketika panitia ke tempat ibu2 masing2 RT, bahan dasar masih dalam keadaan mentah, dan ketika waktu dinyatakan selesai, pukul 17.15 wib, semua hasil masakan dari masing2 RT harus sudah ada di rumah pak rw untuk di juri oleh dewan juri yg sudah di undang oleh panitia, sore itu rumah pak RW rame bgeet, di penuhi oleh ibu yg juga ingin ikut melihat hasil masakan dari masing2 RT, hemm, cantik2 banget olahan yg dibuat, bervariasi, kreatif2 jug ternyata ibu2 nya, hehe ^_^
acara malemnya adalah sarasehan bersama pemuda2 dimushola RT9 untuk membahas persiapan pengajian umum yg akan dilaksanakan malem minggunya dan nonton film bareng buat anak2 di mushola RT5, jadi sistemnya panitia di bagi ada yg ikut sarasehan, sebagian lagi ada yg ikut nonton bersama dg anak2, hemm, kejadian ga terduga ga di sangka, ternyata habis isya’ hujan deres bgeeet, ditambah lagi lokasi yg dikelilingi oleh tambak yg memang daerah tersebut daerah langganan banjir, beuh, agak ribet kejadian malam itu, peet, lampu juga mendukung, lampu nya padaam, humm, panitia yg belum ke mushola pun harus basah2 an dan juga suasana jalan yg gelap tak membuat semangat para panitia surut, sarasehan tetap berjalan meski yg hadir hanya beberapa. Lain lagi dg sarasehan, berhubung keadaan yg tidak memungkinkan, yaitu lampu padam, otomatis, nonton bareng anak2 dicancel, dan akan diganti waktu, hari minggu siang.
            Hari sabtu tgl 23 februari 2013, agenda nya adalaaah ^_^  pelatihan pembuatan aban(abon ikan) yang di isi oleh mba shika, karena memang mayoritas pekerjaan warga tsb adalah nelayan, jadi ya dirasa oleh panitia, pelatihan tersebut cocok dan insyAllah dpt bermanfaat dan berguna utk ke depannya setelah diadakannya pelatihan. dan Alhamdulillah, ibu2 pelatihan sangat antusias memperhatikan cara pembuatan, Dan siangnya lomba futsal pj ikhwan, persiapan buat lomba futsal pemuda di Hamas futsal,  mangkang yg akan di laksanakan sekitar habis dhuhur smpe pukul 14.00 wib dengan durasi untuk tiga pertandingan.
            Sekitar habis asar, lampu kembali padam, haduh, panitia ketar ketir takutnya lampu padam sampai malam tiba, kami hanya bisa berdo’a semoga hal2 yg tidak diinginkan tidak terjadi, dan akhirnyaaa, Alhamdulillah do’a temen2 terkabul, saat menjelang maghrib, lampu nyala, spontan para panitia serentak berucap, “alhamdulillaah”, subhanAllah kompak bgt nc panitia :D, selepas maghrib, beberapa akhwat mendandani anak2 pensi yg sudah dilatih panitia selama tiga hari, habis isya’ hujan kembali turun dengan derasnya, banjir yg dari kemaren2 hari belum surut ditambah dengan hari2 yg terus dicucuri hujan, ya banjiiir, itulah yg kami alami selama diarea bhaksos, tp gpp, justru itulah yg membuat kenangan bhaksos kemaren semakin terkesan ^_^ Alhamdulillah sekitar pikul 20.00 hujan sudah agak reda, kami pun berbondong-bondong melanjutkan persiapan buat pengajian umum, para pemuda terlihat semangat membantu, mulai dari ngelap kursi yg basah krn hujan yg sudah dipersiapkan sorenya, Sebelum acara dimulai, ada gladi bersih buat anak2 pensi, finish, acra pengajianpun di buka dg penampilan rebana yg sudah di persiapkan dari warga, xixi, kagum bgt liat bapak2 yg mainin biola nya, keren euy, aku mah kalah sama bpknya :D selang setengah jam an pembicara pun sudah hadir, ustadz ali nurhan, pengasuh ponpes al-ishlah meteseh tembalang, warga cukup antusias mendengarkan tausiah dari bpak ustadz, Alhamdulillah, malampun semakin larut pukul 23.30 an, pengajian pun di tutup dengan pembacaan do’a oleh kyai adib ali, ketua yayasan al hidayah mangkang wetan. Saatnya istirahat…,” happy nice dream buat para panitia, lelah kalian insyAllah bermanfaat untuk org lain”, itulah yg muncul dibenakku saat itu.
            Hmm, eggk terasa , ternyata sudah menginjak hari terakhir bhaksos, pagi itu memang jadwal masaknya ikhwan, sebelum masak, terlebih dahulu  sebagian ikhwannya angkat2 kursi, melanjutkan beres2 tadi malem yg belum kelar, dan utk akhwat acaranya adalaah kerja bakti di sekitar mushola, hehe, ikhwan masak ? akhwat kerja bakti ? ga salah ? haha, g’pp, kn sekali2, masak nasgor, ya lumayan lah rasanya, meskipun aku hanya makan satu sendok doank, ga tau jug selama bhaksos krg bgtu mood buat makan…

            Setelah temen2 selesai sarapan, kami bersiap untuk acara selanjutnya, yups, bazar pakaian murah dan terapi gratis yg sebelumnya sudah diadakan brefing waktu temen2 ikhwan sebagiannya pada masak :D duh2, ibu2 bapak2 ternyata sudah pada ga sabar utk melihat, memilih milih dan pastinya membeli pakaian yg sudah disosialisasikan oleh panita bahwa hari ini akan ada bazar pakaian murah + terapi gratis, bahkan pakaian belum terusung semua pun, warga sudah membludak di TKP, haduh2, berabe bener… mana yg di PJ2 in buat bantuin ngejual belum pada siap2 lagi, ya sudahlah, double2 job buat yg sudah hadir di TKP, gpp, meski agak kerepotan, tp seneeng, maklum, baru kali ini praktek jadi penjual, penjual baju lagi :D
Selang beberapa menit, Alhamdulillah beberapa temen yg lain udah pada dateng untuk membantu, siip lah pko nya ^_^ Sementara itu, di rumah bapak RW ada terapi gratis buat yang bapak2 dan rumah samping seberang jalan buat yg ibu2, mulai dari bekam, totok, dan  pijat urut. Suasana begitu heboh, ya Alhamdulillah

Dan akhirnya  Sesuai jadwal yg telah disepakati oleh para panitia pukul 12.00 bazar pakaian murah + terapi kami akhiri alias tutup. Packing pakaian yg masih sisa, dan kembali ke bescamp masing2. Dan Alhamdulillah setelah dihitung, hasil dr bazarnya lumayan.  Karena cukup lelah, habis dhuhur, panitia istirahat sekitar satu jam an, makan siang dan brefing buat acra penutupan. Packing2, sblum kembali ke wisma, penutupan dimushola RT 9 dan di lanjutkan pamit dengan warga. subhanAllah bget, semoga ukhuwah selalu terjaga ^_^




                                                                      Tambaksari Mangkang Wetan 21-24 Feb 2013

Senin, 11 Februari 2013



YUUK, MENjadi petani saham akhirat
 dengan menanam tanaman di syurga

      tau ga sobat, ternyata ada kalimat ringan yang dapat kita lakukan kapanpun dan dimanapun, tetapi kalimat itu bisa menjelma menjadi sebuah tanaman di syurga lho, mau tau kalimat apa itu ? :)        
Dari Ibnu Mas’ud r.a, beliau berkata : Rosulullah SAW bersabda : saya bertemu dengan nabi Ibrahim as, ketika malam saya di isra’kan dan baginda bersabda : “ sampaikan salamku kepada umatmu, beritakanlah kepada mereka bahwa syurga sungguh sangat indah, sangat indah tanahnya, tawar airnya, dan tanaman syurgawi adalah “subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallahu waallahu akbar”. (HR. Tirmidzi no. 3462 Syaikh Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Dari Abu Hurairoh r.a. bahwa Rosulullah SAW bertemu dengannya. Dia sedang menanam tanaman, lalu Rosulullah bertanya, “apa yang sedang engkau tanam ? “aku menjawab, “ satu tanaman wahai Rosulullah”. Rosulullah bersabda, “mahukah aku beritahu tanaman yang lebih baik dari ini ?” tanaman itu ialah subhanallah walhamdulillah wa laa ila ha illalahu wallahu akbar (maha suci Allah, segala puji bagi Nya, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar). Setiap satu bacaan akan di tanam untukmu sebatang pohon di syurga.(HR. At tirmidzi)
   Semoga bermanfaat ya sobat, tetap semangat !  :)


Jumat, 08 Februari 2013


MEDICINE OF THE HEART

Kegelisahan terlahir akibat tidak adanya keseimbangan antara harapan dari hati, pikiran dan kenyataan. Adanya permasalahan hidup manusia muncul kepermukaan lebih disebabkan oleh hanya semata-mata dipersepsikan pada logika berpikir yang sempit. Itulah sebabnya, mengapa kebanyakan dari kita mendefinisikan masalah berupa kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang terjadi. LEBIH dari itu, harusnya dalam hidup seorang mukmin segala apa yang terjadi dalam kehidupan ini diposisikan semata-mata atas kehendak-Nya. Bukan mengandalkan semata-mata pada persepsi akal manusia, sebab kadang kala akal ini terselimuti oleh tumpukkan kotoran-kotoran hawa nafsu manusia itu sendiri. Allah Swt dalam QS. Taghaabun [64]: 11, mengingatkan kepada kita bahwa tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang, kecuali dengan ijin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Ketidakadaan atau tenggelamnya kesadaran pola pikir seperti itu, maka akan melahirkan kegelisahan hidup manusia. Pasalnya bagi manusia model demikian tidak menyadari sepenuhnya akan sunnatullah kehidupan manusia yang selalu dihadapkan pada sejumlah besar tantangan. Tantangan, pada hakikatnya bukan untuk dihindari, melainkan justru untuk dilakoni. Hidup itu sendiri adalah tantangan, Mengapa kita mesti menghindar? Di sinilah kadang-kadang kita lupa pada kesejatian diri. Di mana pun dan kapan pun kita hidup, masalah dan tantangan akan selalu datang menjemput.
Hidup adalah inheren, sekaligus identik, dengan masalah dari tantangan itu sendiri. Kalau kita menghadapinya dengan hati tegar dan ikhlas, semua masalah itu akan sirna. Kalau kita tertelikung dengan masalah, sesungguhnya bukan masalah itu sendiri sebagai masalah. Yang menjadi masalah adalah cara kita sendiri yang salah dalam menghadapi masalah. (Maman Manhuri; 1997). Bagi sebagian orang kegelisahan hati itu muncul didasari oleh perilaku kita yang belum sampai ke tingkat yakin akan sangat dekatnya pertolongan Allah. Artinya segala persoalan dan kesulitan yang ada dan menimpa kita –sekecil apapun—justru seringkali membuahkan rasa cemas dan gundah gulana yang membuat gelisah hatinya. Kondisi hati yang gelisah akan berdampak pada persepsi menyikapi hari demi hari hidupnya dengan aneka keluh kesah, amarah, dan perilaku yang serba salah. Lebih jauh kondisi ini menyebabkan hidup terasa sumpek, mumet, rumit, dan membuat sakit kepala menghinggapi kita.
So, bagaimana cara kita untuk mengurangi rasa gelisah dan gundah gulana yang berlebihan pada diri kita ? yupz, perbanyak mengingat Allah, ingat hanya dengan mengingat Allah hati akan terasa tentram sobat, dan sebaliknya, ketika kita jarang mengingat Allah, maka hati kita akan terasa kering dan gersang, seperti yang Allah firmankan dalam QS Ar raad :28 yang artinya "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". Salah satunya dengan membaca Al Qur’an
            Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al Qur’an yaitu “As syifa” yang secara terminologi adalah obat penyembuh, “ hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari tuhanmu dan sebagai penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS Yunus:57), “tidaklah berkumpul suatu kaum berkumpul disuatu rumah (masjid) Allah, mereka membaca Al Qur’an dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketentraman, mereka diliputi oleh rahmat, malaikat menaungi mereka dan Allah menyebut nyebut mereka pada makhluk yang ada disisi Nya” (HR. Muslim)
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di klinik besar Florida, Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al Qur’an, seseorang dapat merasakan perubahan fisiologis yang besar. Penurunan depresi, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot , dan ketahanan kulit terhadap listrik, dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Al Qur’an berpengaruh besar hingga 97 persen bagi mereka yang mendengarkannya.
Dalam sebuah hadits dinyatakan, pada suatu ketika datanglah seseorang kepada Ibnu Mas’ud ra, untuk meminta nasihat. “Wahai Ibnu Mas’ud,” ujarnya. “Berilah nasihat yang dapat dijadikan obat bagi jiwaku yang sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram. Jiwaku selalu gelisah dan pikiran pun terasa kusut masai. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak.” Mendengar hal itu, Ibnu Mas’ud kemudian menasihatinya. “Kalau penyakit seperti itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu ke tempat orang yang membaca Alquran, kau baca Alquran atau dengarkanlah baik-baik orang yang membacanya; atau pergilah ke majelis pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah; atau carilah waktu dan tempat yang sunyi, kemudian ber-khalwat-lah untuk menyembah-Nya. Keep hamasah dan smiling sllu y sobat  ^_^