Jumat, 08 Februari 2013


MEDICINE OF THE HEART

Kegelisahan terlahir akibat tidak adanya keseimbangan antara harapan dari hati, pikiran dan kenyataan. Adanya permasalahan hidup manusia muncul kepermukaan lebih disebabkan oleh hanya semata-mata dipersepsikan pada logika berpikir yang sempit. Itulah sebabnya, mengapa kebanyakan dari kita mendefinisikan masalah berupa kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang terjadi. LEBIH dari itu, harusnya dalam hidup seorang mukmin segala apa yang terjadi dalam kehidupan ini diposisikan semata-mata atas kehendak-Nya. Bukan mengandalkan semata-mata pada persepsi akal manusia, sebab kadang kala akal ini terselimuti oleh tumpukkan kotoran-kotoran hawa nafsu manusia itu sendiri. Allah Swt dalam QS. Taghaabun [64]: 11, mengingatkan kepada kita bahwa tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang, kecuali dengan ijin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Ketidakadaan atau tenggelamnya kesadaran pola pikir seperti itu, maka akan melahirkan kegelisahan hidup manusia. Pasalnya bagi manusia model demikian tidak menyadari sepenuhnya akan sunnatullah kehidupan manusia yang selalu dihadapkan pada sejumlah besar tantangan. Tantangan, pada hakikatnya bukan untuk dihindari, melainkan justru untuk dilakoni. Hidup itu sendiri adalah tantangan, Mengapa kita mesti menghindar? Di sinilah kadang-kadang kita lupa pada kesejatian diri. Di mana pun dan kapan pun kita hidup, masalah dan tantangan akan selalu datang menjemput.
Hidup adalah inheren, sekaligus identik, dengan masalah dari tantangan itu sendiri. Kalau kita menghadapinya dengan hati tegar dan ikhlas, semua masalah itu akan sirna. Kalau kita tertelikung dengan masalah, sesungguhnya bukan masalah itu sendiri sebagai masalah. Yang menjadi masalah adalah cara kita sendiri yang salah dalam menghadapi masalah. (Maman Manhuri; 1997). Bagi sebagian orang kegelisahan hati itu muncul didasari oleh perilaku kita yang belum sampai ke tingkat yakin akan sangat dekatnya pertolongan Allah. Artinya segala persoalan dan kesulitan yang ada dan menimpa kita –sekecil apapun—justru seringkali membuahkan rasa cemas dan gundah gulana yang membuat gelisah hatinya. Kondisi hati yang gelisah akan berdampak pada persepsi menyikapi hari demi hari hidupnya dengan aneka keluh kesah, amarah, dan perilaku yang serba salah. Lebih jauh kondisi ini menyebabkan hidup terasa sumpek, mumet, rumit, dan membuat sakit kepala menghinggapi kita.
So, bagaimana cara kita untuk mengurangi rasa gelisah dan gundah gulana yang berlebihan pada diri kita ? yupz, perbanyak mengingat Allah, ingat hanya dengan mengingat Allah hati akan terasa tentram sobat, dan sebaliknya, ketika kita jarang mengingat Allah, maka hati kita akan terasa kering dan gersang, seperti yang Allah firmankan dalam QS Ar raad :28 yang artinya "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". Salah satunya dengan membaca Al Qur’an
            Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al Qur’an yaitu “As syifa” yang secara terminologi adalah obat penyembuh, “ hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari tuhanmu dan sebagai penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS Yunus:57), “tidaklah berkumpul suatu kaum berkumpul disuatu rumah (masjid) Allah, mereka membaca Al Qur’an dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketentraman, mereka diliputi oleh rahmat, malaikat menaungi mereka dan Allah menyebut nyebut mereka pada makhluk yang ada disisi Nya” (HR. Muslim)
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di klinik besar Florida, Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al Qur’an, seseorang dapat merasakan perubahan fisiologis yang besar. Penurunan depresi, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot , dan ketahanan kulit terhadap listrik, dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Al Qur’an berpengaruh besar hingga 97 persen bagi mereka yang mendengarkannya.
Dalam sebuah hadits dinyatakan, pada suatu ketika datanglah seseorang kepada Ibnu Mas’ud ra, untuk meminta nasihat. “Wahai Ibnu Mas’ud,” ujarnya. “Berilah nasihat yang dapat dijadikan obat bagi jiwaku yang sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram. Jiwaku selalu gelisah dan pikiran pun terasa kusut masai. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak.” Mendengar hal itu, Ibnu Mas’ud kemudian menasihatinya. “Kalau penyakit seperti itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu ke tempat orang yang membaca Alquran, kau baca Alquran atau dengarkanlah baik-baik orang yang membacanya; atau pergilah ke majelis pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah; atau carilah waktu dan tempat yang sunyi, kemudian ber-khalwat-lah untuk menyembah-Nya. Keep hamasah dan smiling sllu y sobat  ^_^




Tidak ada komentar:

Posting Komentar