MEDICINE
OF THE HEART
Kegelisahan
terlahir akibat tidak adanya keseimbangan antara harapan dari hati, pikiran dan
kenyataan. Adanya permasalahan hidup manusia muncul kepermukaan lebih
disebabkan oleh hanya semata-mata dipersepsikan pada logika berpikir yang
sempit. Itulah sebabnya, mengapa kebanyakan dari kita mendefinisikan masalah
berupa kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang terjadi. LEBIH dari
itu, harusnya dalam hidup seorang mukmin segala apa yang terjadi dalam
kehidupan ini diposisikan semata-mata atas kehendak-Nya. Bukan mengandalkan
semata-mata pada persepsi akal manusia, sebab kadang kala akal ini terselimuti
oleh tumpukkan kotoran-kotoran hawa nafsu manusia itu sendiri. Allah Swt dalam
QS. Taghaabun [64]: 11, mengingatkan kepada kita bahwa tidak ada suatu musibah
pun yang menimpa seseorang, kecuali dengan ijin Allah. Dan barangsiapa yang
beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.
Ketidakadaan atau tenggelamnya kesadaran pola pikir seperti itu, maka akan melahirkan
kegelisahan hidup manusia. Pasalnya bagi manusia model demikian tidak menyadari
sepenuhnya akan sunnatullah kehidupan manusia yang selalu dihadapkan pada
sejumlah besar tantangan. Tantangan, pada hakikatnya bukan untuk dihindari,
melainkan justru untuk dilakoni. Hidup itu sendiri adalah tantangan, Mengapa
kita mesti menghindar? Di sinilah kadang-kadang kita lupa pada kesejatian diri.
Di mana pun dan kapan pun kita hidup, masalah dan tantangan akan selalu datang
menjemput.
Hidup adalah
inheren, sekaligus identik, dengan masalah dari tantangan itu sendiri. Kalau
kita menghadapinya dengan hati tegar dan ikhlas, semua masalah itu akan sirna.
Kalau kita tertelikung dengan masalah, sesungguhnya bukan masalah itu sendiri
sebagai masalah. Yang menjadi masalah adalah cara kita sendiri yang salah dalam
menghadapi masalah. (Maman Manhuri; 1997). Bagi sebagian orang kegelisahan hati
itu muncul didasari oleh perilaku kita yang belum sampai ke tingkat yakin akan
sangat dekatnya pertolongan Allah. Artinya segala persoalan dan kesulitan yang
ada dan menimpa kita –sekecil apapun—justru seringkali membuahkan rasa cemas
dan gundah gulana yang membuat gelisah hatinya. Kondisi hati yang gelisah akan
berdampak pada persepsi menyikapi hari demi hari hidupnya dengan aneka keluh
kesah, amarah, dan perilaku yang serba salah. Lebih jauh kondisi ini
menyebabkan hidup terasa sumpek, mumet, rumit, dan membuat sakit kepala
menghinggapi kita.
So, bagaimana
cara kita untuk mengurangi rasa gelisah dan gundah gulana yang berlebihan pada
diri kita ? yupz, perbanyak mengingat Allah, ingat hanya dengan mengingat Allah
hati akan terasa tentram sobat, dan sebaliknya, ketika kita jarang mengingat
Allah, maka hati kita akan terasa kering dan gersang, seperti yang Allah
firmankan dalam QS Ar raad :28 yang artinya "(yaitu) orang-orang yang
beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". Salah
satunya dengan membaca Al Qur’an
Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al Qur’an
yaitu “As syifa” yang secara terminologi adalah obat penyembuh, “ hai manusia,
telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari tuhanmu dan sebagai
penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS
Yunus:57), “tidaklah berkumpul suatu kaum berkumpul disuatu rumah (masjid)
Allah, mereka membaca Al Qur’an dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka
ketentraman, mereka diliputi oleh rahmat, malaikat menaungi mereka dan Allah
menyebut nyebut mereka pada makhluk yang ada disisi Nya” (HR. Muslim)
Dr. Al Qadhi,
melalui penelitiannya yang panjang dan serius di klinik besar Florida, Amerika
Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al
Qur’an, seseorang dapat merasakan perubahan fisiologis yang besar. Penurunan
depresi, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit
merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek
penelitiannya. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik
terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot , dan
ketahanan kulit terhadap listrik, dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan,
bacaan Al Qur’an berpengaruh besar hingga 97 persen bagi mereka yang
mendengarkannya.
Dalam sebuah
hadits dinyatakan, pada suatu ketika datanglah seseorang kepada Ibnu Mas’ud ra,
untuk meminta nasihat. “Wahai Ibnu Mas’ud,” ujarnya. “Berilah nasihat yang
dapat dijadikan obat bagi jiwaku yang sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan.
Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram. Jiwaku selalu gelisah dan
pikiran pun terasa kusut masai. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak.”
Mendengar hal itu, Ibnu Mas’ud kemudian menasihatinya. “Kalau penyakit seperti
itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu ke
tempat orang yang membaca Alquran, kau baca Alquran atau dengarkanlah baik-baik
orang yang membacanya; atau pergilah ke majelis pengajian yang mengingatkan
hati kepada Allah; atau carilah waktu dan tempat yang sunyi, kemudian
ber-khalwat-lah untuk menyembah-Nya. Keep hamasah dan smiling sllu y sobat ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar