Minggu, 23 Desember 2012

ARTIKEL



Peran MEDIA UNTUK DAKWAH ISLAM

Kata dakwah sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat luas, dakwah dalam terminologi sejarah islam adalah gerakan yang tertua, gerakan yang dilakukan oleh para nabi, sejak nabi Adam a.s hingga nabi Muhammad Saw, pasca wafatnya rosul tongkat estafet perjuangan beliau dalam mengemban amanah dakwah dilanjutkan oleh para sahabatnya, kemudian oleh tabiin, tabiin tabiat, dan seterusnya, yaitu hingga saat ini, status hukum berdakwah bagi orang islam merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan, dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menyinggung hal tersebut, diantaranya adalah ayat “Dan hendaklah diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang benar dan mencegah dari yang munkar. Dalam sunah rosulpun banyak sekali hadis-hadis yang menjelaskan tentang betapa urgensinya aktivitas dakwah, seperti salah satu dalam sabdanya” sampaikan dari saya kepada mereka walau hanya satu ayat”.
 Pada hakekatnya metode dan sarana untuk berdakwah sangat banyak dan luas, atau bahkan, tidak ada batasnya, sebab semua yang bisa dikerjakan oleh manusia dan apa yang ada di muka bumi ini selagi tidak berbenturan dengan doktrin islam, maka hal itu boleh dijadikan sebagai metode dan sarana untuk berdakwah. Surat kabar, majalah, radio, televisi, internet, telepon seluler, merupakan berbagai media yang dapat di manfaatkan untuk menyebar luaskan risalah islam. Semakin banyak media, semakin banyak pula saluran yang dapat di gunakan untuk menyampaikan pesan komunikasi. Berbagai macam problema dalam sejarah pers masa penjajahan belanda hingga masa orde baru, akhirnya terlepas ikatannya pada masa reformasi, yang merupakan salah satu jasa pemerintahan B.J Habibie yang mempunyai andil besar dalam melepaskan kebebasan pers pasca orde baru. Sekalipun hal tersebut bisa dibilang dapat merugikan posisinya sebagai presiden.
Seiring berkembangnya zaman dan teknologi yang mengiringi kecanggihan media dalam menyiarkan informasinya, maka pers atau orang yang terjun dalam bidang jurnalistik harus dapat memahami bagaimana cara untuk mengontrol keadaan sosial melalui pemberitaan atau informasi yang mereka sampaikan. Teknologi modern menyerbu bagaikan air bah, penemuan-penemuan baru dari semua ilmuwan diharapkan bisa membuat hidup manusia lebih nyaman, seperti teknologi komunikasi memungkinkan kita dapat berhubungan satu sama lain secara lebih intens, menyebabkan semua informasi bisa menyebar seluas-luasnya tanpa mengenal batas wilayah. Pada saat pertama kali internet diperkenalkan oleh para ilmuwan barat, hampir dari kebanyakan tokoh islam merasa curiga dan khawatir akan efek dari temuan teknologi tersebut, namun pemikir islam Syiria Dr Muhammad Said Ramadhan Al Buthi berkata “ ternyata jaringan internet yang hampir menelan seluruh penjuru dunia adalah merupakan lahan luas yang disitu bertebaran podium-podium yang menyuarakan kepentingan islam dengan memperkenalkan mengajak dakwah, membela dan memecahkan berbagai problema. Teknologi modern yang kecanggihannya terus berkembang, membuat manusia kian mampu memecahkan problema-problema hidup, kian memudahkan pencapaian taraf hidup yang lebih maju. Namun di saat yang sama manusia pun menghadapi tantangan berat agar tidak terjebak kedalam proses penghambaan diri terhadap kemajuan-kemajuan iptek dan perubahan-perubahan yang diakibatkannya. Gaya hidup yang beragam yang digelarkan televisi dan media komunikasi lainnya, membuat manusia bersentuhan dengan nilai-nilai yang mungkin amat berbeda dengan apa yang dianutnya selama ini. Dalam menghadapi serbuan macam-macam nilai, keragaman pilihan hidup, dan sejumlah janji-janji kenikmatan duniawi, dakwah diharapkan bisa menjadi suluh dengan fungsi-fungsi antara lain sebagai faktor pengimbang, penyaring, dan pemberi arah dalam hidup. Dengan dakwah, ummat diharapkan tidak mengalami proses kebingungan dan disoriented dalam rumah peradaban dunia yang penuh dinamika. Dakwah dikatakan menghadapi tantangan besar bukan saja karena kian beragamnya tantangan dan intensitas perubahan zaman yang setiap kali memunculkan pertanyaan dan kajian baru, tetapi juga mengingat multidimensionalitas kebutuhan maupun kepentingan manusia yang kini cenderung lebih kritis akibat keluasan informasi dan pengalamannya. Kajian dakwah yang multidisipliner menjadi sangat dibutuhkan, namun dalam era ini peluang berdakwah juga menjadi besar karena jasa iptek dapat dipakai bukan saja dalam penyelenggaraan kegiatan berdakwah, tetapi sekaligus dalam proses keyakinan kita akan kemahabesaran dan kemahaesaan Allah SWT dengan memanfaatkan iptek dan media lainnya sebagai instrumennya.
Idzan, dengan adanya berbagai media dewasa ini, entah itu media masa cetak ataupun elektronik, sebagai kaum muslimin dan pejuang pembela islam. Seharusnya kita dapat memanfaatkan sebaik mungkin sarana-sarana tersebut. Istiqomah dalam menebar kebaikan, karena barang siapa yang menunjukkan kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya,  hamasah selalu ! ^_^ 

                                                                                                             Oleh : Erycka. S

2 komentar: